Suatu ketika, dua puluh tahun lagi
Saat kita bertemu muka pada reuni akbar
Akankah kau ingat kisah kita di masa lalu, kawan?
Saat belia memeluk dengan mimpi-mimpi ceria, sedang kita bersua lagi dengan menjelang kerentaan
pada paruh baya
Kita menjadi berjauhan dalam tanah-tanah tak bertuan
negeri-negeri mimpi yang berlainan
Gundah akan bentukan hal remeh yang memberikan kita cara yang berbeda
Akankah menjadi suatu pertanda akan sua nan pongah lagi jumawa?
Akankah kau ingat, kawan
mimpi yang kita tanam dulu, dalam canda dan ketiadaan kesusahan?
Sedang kenyataan hidup begitu pahit dan meredupkan khayal keindahan
mimpi yang terbakar menelungkup jadi abu semai
Saat nanti kita bertemu, dua puluh tahun lagi
ku tunggu senyummu
tulus
seperti saat kita tertawa belia dahulu
Lau Dendang, 23 November 2011
05.31