Haruskah aku hanya bernaung
pada retakan sayap Ababil yang melayang menuruni bukit hati
menghempas hari pada tanggal tiada berjeda
saat senarai kasmaran menyela selimut tanya
atau saat gugus rindu meraung mengimingi malam dengan kenangan
semua hanya demi segenggam resah yang ku pertahankan pada deru penghabisan
dan secuil harap yang ku curi pada kisah yang terbakar ribuan hari
Indahmu hanya termakan legit waktu
sedang dahimu, tertera aksara tiada bunyi
Harusnya mungkin tersudahi dini
atau tiada ku pilih dalam sematan hati
atau ku patahkan saja putaran waktu yang mengitari kita
atau ku ludahi saja sesal ini keluar dari diriku
sungguh...
ingin ku jemput peluk yang retak ini pada mayang tiada berpendar
ingin ku redakan badai yang menghela nafas menuju dian lambai
Haruskah aku jemput impian
yang retak kala satu hari
sebuah cinta dimakan ruang dan waktu?
Medan, Mei 25 2013
00.14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar