Jumat, 24 Mei 2013

Retakan Sayap Ababil

Haruskah aku hanya bernaung
pada retakan sayap Ababil yang melayang menuruni bukit hati
menghempas hari pada tanggal tiada berjeda

saat senarai kasmaran menyela selimut tanya
atau saat gugus rindu meraung mengimingi malam dengan kenangan

semua hanya demi segenggam resah yang ku pertahankan pada deru penghabisan
dan secuil harap yang ku curi pada kisah yang terbakar ribuan hari
Indahmu hanya termakan legit waktu
sedang dahimu, tertera aksara tiada bunyi

Harusnya mungkin tersudahi dini
atau tiada ku pilih dalam sematan hati
atau ku patahkan saja putaran waktu yang mengitari kita
atau ku ludahi saja sesal ini keluar dari diriku

sungguh...
ingin ku jemput peluk yang retak ini pada mayang tiada berpendar
ingin ku redakan badai yang menghela nafas menuju dian lambai

Haruskah aku jemput impian
yang retak kala satu hari
sebuah cinta dimakan ruang dan waktu?


Medan, Mei 25 2013
00.14

Tidak ada komentar:

Posting Komentar