Rabu, 28 Oktober 2015

Masihkah Kau Merindu? (3)

karena pada dasarnya setiap rindu itu bagai semilir halus yang harusnya tiada akan meninggalkan lebam pada hati
atau bahkan luka
rinai rasa bahkan duka yang gemuruh

merundung jemari yang bertaut pada tadahan pinta
panjat punca doa

gemulai dedaun menghirup tangisan yang jatuh saat senja
kenapa tak kau hentikan saja waktu yang sangat mengganggu itu?
tiap detiknya seperti jeritan pilu siksa dari kedurjanaan neraka
hingga harus ku sembunyi pada tiap dinginnya malam agar tiada menggigil kesepian

duh!
hentakan kelam merentak tanah berdebu
meregangkan keniscayaan
hingga serumu meraung lewati lembah lembah jemu
di ujung bibirmu
menempel setiap asa yang menggantung gemuyu
bukan untuk sekedar disesapi
karena semua bertanya akan bila mampu termiliki

dan
sambutan dari sahutan kehidupan
pada resah nan berbilang
kita tiada akan menunggu lagi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar