engkau akan tau seperti apa rupanya
dengan lelehan ingus yang setengah mengering dan perut membusung
bertelanjang dada ia akan berjalan dan keluar
dari tiap sudut-sudut lampu penanda
hanya sebilah lapar yang ia tawarkan
dengan sedikit penyakit kejiwaan
campuran yang tidak mengenakkan ketika dihidangkan di atas meja makan
yang terhormat
dan apakah kalian bisa mengerti?
ketika secangkir kopi hitam kental dan harumnya yang gurih
menggurita dibalut alunan musik yang pelan
lembut
menahan
dengan remang lampu
sebuah cita rasa
mereka akan menghilang
lelaki dan perempuan mungil bertelanjang dada
bertelanjang kaki
bertelanjang malu dan susila
melintas dari terik matari satu ke terik lainnya
bukan hanya untuk ditonton
bukan hanya untuk dibicarakan
dan didebatkan
karena angka-angka tidak menunjukkan seberapa besar waktu yang mereka habiskan
dalam perasaan lapar
engkau akan tau seperti apa rupanya
ketika tembok-tembok rumah yang sangat tinggi mengungkung penghuni yang bersahaja dan sejahtera
mereka robohkan
dan hancur bersama rontoknya kemewahan
mereka adalah masa-masa kelam yang berusaha ditimbun dengan pencakar-pencakar langit
mereka adalah makhluk-makhluk bodoh yang pantas berkeliaran sedemikian rupa
karena mereka tolol
dan mereka tidak sekolah
dan itu adalah kebenaran yang akan mereka terima
dewasa dengan takdir untuk menjadi lacur dan atau rampok yang diludahi
seperti itukah
ingin tuan memandang?
engkau akan tau seperti apa rupanya
dan apakah kalian bisa mengerti?
karena sebuah mimpi buruk dalam ruangan dingin yang ber-AC
sama dengan sebuah kebohongan
jakarta selatan
Tue, Jun 23 2009
03.09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar