genggamlah
maka kau akan mengerti
di setiap pelosok negeri
ada pisau-pisau bertebaran di jalanan yang akan kita lalui
jangan ragu
karena perih dan sakit hanya akan sebentar
belum berakhir
hingga zaman menghembuskan nafasnya
karena bunga yang tumbuh mungil dari balik pucuk rerumputan juga butuh membunuh
angin hanya akan membawakan pesan debu
di balik sangkakala kesendiriannya
jangan hiraukan
genggamlah
maka kau akan mengerti
sepasang mata yang tajam saja tidak akan cukup
terlalu banyak padas yang bersembunyi untuk melumpuhkan
dan terlalu banyak negeri dengan tiran yang menjajahi
kawula-kawula boleh sembunyi
anak istri lemah sahaja
serta sahaya-sahaya yang membawa bakul demi bakul kesulitan dalam perangi perut yang kering
kita akan melewatinya
dalam janji yang menggigil
dalam suka yang meronta
dan dalam darah yang tak kunjung berhenti mengalir
tidak kering
genggamlah
maka kau akan mengerti
tidak ada cahaya
karena harus kita yang menjadinya
jakarta selatan
thu, Jun 25 2009
03.27
Tidak ada komentar:
Posting Komentar