tengarai...
riuh yang beradu dalam setiap kosakata
tentang diri
berlari sungguh
terhenti tidak, namun...
apatah dianya yang akan engkau petik di pagi ini?
hanya tanya dewa yang bersemi dalam rumput rendah
sejumput dengan bebunyian yang hengkang pergi saat tergapai oleh secarik lara
membahu
antara ladang-ladang tertawaan yang menjalar kian menjauh
pada angin
sapa buritan cahaya
inikah yang engkau bawa ketika matari berkabung pilu?
sejenak butiran cermin hantarkan salam-salam dedaunan hijau pada kesungguhan
namun fatamorgana saja
karena setiapdetik
jeritan duka, tiada akan kau mengerti
Medan, 22 Januari 2012
03.47
Tidak ada komentar:
Posting Komentar