Rintik hujan dan bau basah tersemai dari tanah lembab
malam sekelam jelaga!
rutuk anak bumi yang berlari kian kemari
menghindari titik demi titik
air!
kemanakah ia akan berteduh?
deru hujan turun bersahut angin malam yang meniup kebekuan
juga semesta yang terpekur lemas
seperti Kundalini yang bersemayam hening; tapa tanpa batas!
malam sekelam jelaga!
jagad yang menyapa ilalang nan merunduk
atau langit yang meronta
seluruh damai bernyanyi kidung agung dari lontar tua
menyeruak mayapada!
Rindu bocah membubung
bersama aroma basah
dan ingsut beranjak malu-malu burung kenari yang bertengger beku
Sepatah doa menyibak nirwana
asmara yang kelu geming
malam sekelam jelaga!
rinai hujan menjumput titian mimpi
duh...
Engkau yang namamu tersebut selalu
janji yang gemuyu
menderap dalam dendang peluk tiada berkesudahan
Rintik hujan dan bau basah tersemai dari tanah lembab
kemanakah ia akan berteduh?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar