Jumat, 11 September 2015

Rintik Hujan


Rintik hujan dan bau basah tersemai dari tanah lembab

malam sekelam jelaga!

rutuk anak bumi yang berlari kian kemari
menghindari titik demi titik
air!
kemanakah ia akan berteduh?

deru hujan turun bersahut angin malam yang meniup kebekuan
juga semesta yang terpekur lemas
seperti Kundalini yang bersemayam hening; tapa tanpa batas!

malam sekelam jelaga!

jagad yang menyapa ilalang nan merunduk
atau langit yang meronta
seluruh damai bernyanyi kidung agung dari lontar tua

menyeruak mayapada!

Rindu bocah membubung
bersama aroma basah
dan ingsut beranjak malu-malu burung kenari yang bertengger beku

Sepatah doa menyibak nirwana
asmara yang kelu geming

malam sekelam jelaga!
rinai hujan menjumput titian mimpi

duh...
Engkau yang namamu tersebut selalu
janji yang gemuyu
menderap dalam dendang peluk tiada berkesudahan

Rintik hujan dan bau basah tersemai dari tanah lembab
kemanakah ia akan berteduh?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar